Jumat, 24 Oktober 2014

Pesawat siapa yang sering jatuh?



Pesawat tempur indonesia, tidak di tembak pun akan jatuh sendiri. 

Katanya... Saat stabilitas nasional AS sedang terganggu karena banyaknya ancaman dan serangan teroris maka setiap pesawat tempur negara-negara lain yang melintas di wilayah udara AS akan ditembak jatuh. Tetapi pemerintah AS tidak memberlakukan hal tersebut pada pesawat tempur Indonesia. 

Prajurit : "Kapten, kenapa pesawat tempur Indonesia tidak ditembak jatuh?"
Kapten : "Tidak ditembak pun, nanti juga jatuh sendiri kok..." 

(Humor?)

Itu adalah humor yang sama sekali tidak lucu!
Bagaimana kita bisa tertawa kalau bangsa kita dihina seperti itu?
Itu kesimpulan dari mana? Apa benar pesawat-pesawat yang sering jatuh adalah pesawat buatan Indonesia?

Mari kita simak tragedi kecelakaan-kecelakaan pesawat berikut ini:

Manakah di antara pesawat-pesawat yang jatuh ini yang dibuat oleh Indonesia?


10 Januari 1995

Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6715 jurusan Bima - Ruteng jatuh di dekat pulau Flores. Seluruh 10 penumpang dan 4 awak pesawat tewas.
Jenis pesawat : De Havilland Canada 6 Twin Otter
De Havilland Caanada 6 Twin Otter adalah jenis pesawat yang paling sukses dalam sejarah program dirgantara Kanada.
Ringkasan Kecelakaan

26 September 1997

Garuda Indonesia Penerbangan 152 jurusan Jakarta - Medan jatuh di desa Buah Nabar, dekat Medan, Sumatera Utara. Seluruh 234 penumpang dan awak pesawat tewas.
Jenis pesawat : Airbus A300-B4
Airbus A300 adalah pesawat terbang jarak dekat sampai menengah, berbadan lebar yang diproduksi oleh Airbus, perusahaan yang didirikan oleh konsorsium Inggris, Perancis, dan Jerman antara 1972 hingga 2006.

16 Januari 2002

Garuda Indonesia Penerbangan 421 jurusan Mataram - Yogyakarta mendarat darurat di Bengawan Solo. 1 pramugari tewas, 59 orang selamat.
Jenis pesawat : Boeing 737-300,
adalah short- to medium- range, narrow-body aircraft jet airliner yang diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes, yang berasal dari Washington, Amerika Serikat.

30 November 2004

Lion Air Penerbangan 538 jurusan Jakarta - Surakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisumarmo. 26 penumpang tewas dan 142 penumpang luka-luka.
Jenis pesawat : McDonnell Douglas MD-82
McDonnell Douglas MD-80 adalah pesawat produksi McDonnell Douglas (MD) Amerika Serikat yang memiliki spesifikasi pesawat jet bermesin ganda dengan daya jelajah maksimal 3800 km dan kecepatan 811 km/jam.  

5 September 2005

Pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines Penerbangan RI 091 gagal take off dari Bandara Polonia Medan dalam penerbangan menuju Jakarta, lalu menerobos pagar bandara dan menabrak perumahan penduduk dan masyarakat di Jl. Jamin Ginting Medan. Dari 117 orang penumpang dan awak, hanya 17 yang selamat. Korban dari masyarakat di darat, 41 orang dinyatakan tewas.
Jenis pesawat : Boeing 737-200
Boeing 737 adalah pesawat komersial untuk penerbangan jarak dekat dan sederhana, dibuat oleh diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes, yang berasal dari Washington, Amerika Serikat.

1 Januari 2007

Adam Air Penerbangan 574 jurusan Surabaya - Manado jatuh di Selat Makassar di kedalaman lebih dari 2.000 meter. Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat tewas.
Jenis pesawat : Boeing 737-400
merupakan short- to medium- range, narrow-body aircraft jet airliner yang diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes, Washington, Amerika Serikat.

7 Maret 2007

Garuda Indonesia Penerbangan 200 jurusan Jakarta - Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisucipto. 22 penumpang tewas dan 118 penumpang selamat
Jenis pesawat : Boeing 737-400
Sama seperti sebelumnya, buatan Amerika Serikat.

7 Mei 2011

Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 8968 jatuh di perairan dekat Bandar Udara Utarom, Kaimana, Papua Barat. Seluruhnya Tewas.
Jenis pesawat     Xian MA60
Xian MA60 ("Modern Ark 60") adalah pesawat penumpang bermesin turboprop yang dibuat oleh perusahaan China Xi'an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). MA60 adalah versi perpanjangan dari Xian Y7-200A.[3]

29 September 2011

Nusantara Buana Air Penerbangan 823 jatuh di Langkat, Sumatera Utara. Seluruh 18 penumpang dan awak pesawat tewas.
Jenis pesawat : CASA C 212 (nomor ekor : PK-TLF)
CASA C-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer.
--Casa C-212-100 dengan nomor ekor PK-TLF ini dibuat tahun 1989 di Spanyol---
Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung.[1] PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

9 April 2012

Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia jatuh di Gunung Salak. Jumlah penumpang 46 orang.
Jenis pesawat : Sukhoi SSJ-100-95
Diproduksi oleh Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO), yang merupakan perusahaan manufaktur pesawat udara terbesar di Rusia.

29 September 2012 

Pesawat latih AS-202 Bravo jatuh saat bermanuver di pameran dirgantara, Bandung Air Show 2012, Jawa Barat. Jatuh setelah 3 menit mengudara. Menewaskan 2 awak yaitu pilot Marsekal Muda Purnawirawan Nurman Lubis dan Co-Pilot Tony Hartono.
Komandan Landasan Udara Husein Sastranegara Kolonel Umar Sugeng Haryono menyatakan pesawat jatuh akibat hilang tenaga saat baru terbang tiga menit.
Jenis Pesawat : AS-202 Bravo
Adalah pesawat yang dirancang dan dibuat bersama-sama oleh perusahaan Swiss, Flug- und Fahrzeugwerke Altenrhein (FFA) dan perusahaan Itali, Savoia-Marchetti.

13 April 2013
Pesawat Lion Air jatuh di Bali, 101 Penumpang dan 7 awak selamat.
Jenis pesawat : Boeing 737 800 NG (Next Generation)
Diproduksi sejak tahun 1996 oleh Boeing Commercial Airplanes, Amerika Serikat.


Mungkin salah satu faktor jatuhnya pesawat-pesawat di atas adalah karena kurangnya kecanggihan dan keamanan pesawat. Seandainya yang membuatnya orang Indonesia, tentu pesawatnya akan lebih canggih dan lebih aman.

Sekarang mari kita simak salah satu orang jenius asli Indonesia, yang pernah disia-siakan oleh bangsanya....

Prof Dr. Ing BJ Habibie - Pemegang 46 Paten di bidang Aeronautika

Penemu Teori Habibie
Pemakai dan produsen pesawat terbang sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack).Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan krack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. krack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Penemu Faktor Habibie
Sebelum titik krack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik krack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.
Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

suma cum laude
Gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

Bikin Pesawat
Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).Hasil lainnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250.Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB.

Jabatan di MBB
Tahun 1969 Habibie dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.


Berkat Proyek Pesawat N250 Ciptaan Habibie, RI Punya Banyak Ahli Dirgantara

Dulu, waktu BJ Habibie Rancang N-2130, membuat raksasa produsen pesawat dunia yaitu Boeing dan Airbus ketar-ketir. Karena jenis ini merupakan pasarnya perusahaan besar seperti Boeing dan Airbus. Akhirnya ditekanlah Indonesia oleh IMF supaya menghentikan proyek pembuatan pesawat tersebut. Berhentilah proyek tersebut, hanya tinggal secarik kertas yang tak pernah terwujud barangnya.

Mimpi besar BJ Habibie tentang N-2130 akan dilanjutkan oleh putranya, Ilham Habibie, yang juga jenius seperti bapaknya, dia adalah salah satu lulusan terbaik aeronotical engineering di Jerman, dia juga sebagai designer, konsultan, dan peneliti di berbagai perusahaan penerbangan dunia.

Sekaranglah saatnya kita bangkit lagi, mari tunjukkan karya terbaik kita pada dunia!


Sumber : http://www.beritamaya.com/2013/04/pesawat-pesawat-yang-jatuh-bukan-buatan.html#ixzz3H4cATwiL

2 komentar:

  1. Semoga pak Habibie diberi panjang umur dan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga pebuatan pesawat R-80 bisa terwujud.

    BalasHapus
  2. Banggaaaaa..... dgn pak habibie.

    BalasHapus